Hadis Wacana Taubat

Rasulullah r bersabda:

Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah dan memohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya saya beutaubat dalam sehari sebanyak 100 kali " (HR. Muslim).

Demikianlah keadaan Rasul r, padahal ia telah diampuni dosa-dosanya, baik yang lain maupun yang akan datang. Tetapi Rasul shallallahu 'alaihi wasallam yaitu hamba yang pintar bersyukur, pendidik yang bijaksana, pengasih dan penyayang. Semoga shalawat dan salam yang tepat dilimpahkan Allah kepada beliau.

Abu Musa radhiallahu 'anhu meriwayatkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam 

"Sesungguhnya Allah membentangkan Tangan-Nya pada malam hari biar beutaubat orang yang berbuat jahat di siang hari dan Dia membentangkan Tangan-Nya pada siang hari biar bertaubat orang yang berbuat jahat di malam hari, sehingga matahari terbit dari Barat (Kiamat). "(HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalkam bersabda:

"Barangssapa bertaubat sebelum matahari terbit dari Barat, pasti Allah mendapatkan taubatnya. " (HR.Muslim)
Sebab kalau matahari telah terbit dari Barat maka ,pintu taubat serta merta ditutup.
Demikian pula tidak ada gunanya taubat seseorang saat dia hendak meninggal dunia. Allah berfirman :

"Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengeriakan kejahatan (yang) hingga apabila tiba asuh kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: 'Sesungguhnya saya bertaubat kini .' (An- Nisaa': 18) 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Sesungguhnya Allah mendapatkan taubat seorang hamba, selama (nyawanya) belum hingga di kerongkongan. " (HR· At-Tirmidzi, dan ia menghasan-kannya).

Karena itu setiap muslim wajib bertaubat kepada Allah dari segala dosa dan maksiat di setiap waktu dan kesempatan sebelum ajal mendadak menjemputnya sehingga ia tak lagi mempunyai kesempatan, kemudian gres menyesal, menyesali atas kelengahannya. Dan sungguh, tak seorang pun meninggal kecuali ia menyesal. Jika dia orang baik, maka ia menyesal mengapa dia tidak memperbanyak kebaikannya, dan kalau ia orang jahat maka ia menyesal mengapa ia tidak bertaubat, memohon ampun dan kembali kepada Allah. 

Dari Ibnu Abbas radhiallahu  'anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.

"Barangsiapa senantiasa beristighfar, pasti Allah mengakibatkan untuk setiap kesedihannya kelapangan dan untuk setiap kesempitannya jalan keluar, dan akan diberi-Nya rezki dari arah yang tiada disangka-sangka. "  (HR. Abu Daud) (Lihat kitab Lathaa'iful Ma'arif, oleh Ibnu Rajab, hlm.  172-178 

Imam Al-Auza'i ditanya: "Bagaimana cara beristighfar?  Beliau  menjawab:  "Hendaknya menyampaikan : "Astaghfirullah, astaghfirullah. " Artinya, saya memohon ampunan kepada Allah. 

Anas radhiallahu  'anhu meriwayatkan, saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, Allah berfirman.

"Allah Ta'ala berfirman:"Wahai anak Adam, sebetulnya kalau engkau memohon dan mengharap kepadaku, pasti Aku ampuni dosa-dosamu yang kemudian dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu hingga ke awan langit, kemudian engkau memohon ampun kepadaku, pasti Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, sebetulnya kalau engkau tiba kepadaku dengan dosa-dosa sepenuh bumi dan kau menemuiKu dalam keadaan tidak menyekutukanku dengan sesuatu pun, pasti Aku datangkan untukmu ampunan sepenuh bumi (pula). "   (HR. At-Tirmidzi, ia berkata hadits ini hasan),

Dalam hadits di atas disebutkan tiga alasannya mendapatkan ampunan :


  1. Berdo'a dengan penuh harap.
  2. Beristighfar, yaitumemohon ampu"an kepadaAllah.
  3. Merealisasikan tauhid, dan memurnikannya dari aneka macam bentuk syirik, bid'ah dan kemaksiatan. Hadits di atas juga menyampaikan luasnya rahmat Allah, ampunan, kebaikan dan  anugerah-Nya yang banyak.

Buat lebih berguna, kongsi:

Trending Kini: