Makna Tauhid Rububiyyah - Tauhid ini merupakan keyakinan bahwa Allah ialah satu-satunya Sang Pencipta dan Pengatur langit, bumi, dan seisinya.. Dialah yang memberi kekuatan, rejeki semua yang ada di semesta alam ini. Tak ada satupun peristiwa yang terjadi tanpa ijin dariNya.
Al-Quran menyatakan, artinya,”Allah membuat segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.”[Qs. Az-Zumar:62] “Padahal Allah-lah yang membuat kau dan apa yang kau perbuat itu.”[Qs.ash-Shaffat:96] “Tidak ada sesuatupun peristiwa alam yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah.”[Qs. At-Taghabun:11] “Segala puji bagi Allah Yang telah membuat langit dan bumi, dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka..”[al-An’am:1]
Nabi saw bersabda, “Ketahuilah bahwa bila seluruh bangsa bersatu dalam perjuangan memberimu suatu manfaat, mereka hanya bisa memberi manfaat kepadamu dengan sesuatu bila Allah memang telah menakdirkannya untukmu. Demikian pula, bila seluruh bangsa bersatu untuk mencelakakanmu dengan sesuatu, mereka hanya bisa melakukannya bila Allah telah menakdirkan hal itu terjadi kepadamu.”[2]
Keyakinan bahwa Allah ialah satu-satunya Pencipta dan Pengatur alam semesta juga diyakini oleh orang-orang kafir. Allah swt berfirman, artinya, “Dan bergotong-royong bila kau tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang membuat langit dan bumi?" Tentu mereka akan menjawab : "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi Allah"; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”.[Luqman:25]
“Katakanlah: "Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, bila kau mengetahui?" Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah kau tidak ingat?"[al-Mu’minuun:84-85]
Namun, keyakinan mereka akan keesaan Allah dalam hal rububiyyah tidak menyelamatkan mereka dari kekafiran. Sebab, mereka telah menolak tauhid uluhiyyah. Ini terlihat tatkala Rasulullah saw berkata kepada mereka, “Katakanlah La Ilaha Illa al-Allah –artinya beribadahlah hanya kepada Allah dan jangan mempersekutukanNya.” Orang-orang kafir itu menjawab –sebagaimana telah disebutkan di dalam al-Quran artinya, “Mengapa ia mengakibatkan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan”.[Shaad:5].
Di ayat lain, Allah berfirman, artinya,“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang higienis (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan biar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Sesungguhnya Allah akan menetapkan di antara mereka ihwal apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar”.[al-Zumar:3].
Al-Muqriziy menyatakan, “Tidak ada keraguan lagi, tauhid rububiyyah tidak diingkari oleh orang-orang musyrik, bahkan mereka menetapkan bahwa Dialah satu-satunya Pencipta dan Pengatur alam semesta. Mereka hanya mengingkari tauhid uluhiyyah.”[3]
Catatan Kaki
[1] Bandingkan dengan klarifikasi Imam al-Hafidh Abi ‘Abdillah Mohammad bin Ishaq bin Mohammad bin Yahya bin Manduh, Kitaab al-Tauhiid: Wa Ma’rifah Asma’ al-Allah ‘Azza wa Jalla wa Shifaatih ‘Ala al-Ittifaaq wa al-Tafarrud, al-Jaami’ah al-Islaamiyyah, Madinah, jilid I, hal.33.
[2] Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas dan ditakhrij oleh at-Tirmidziy
[3] Lihat Al-Muqriiziy, Tajriid al-Tauhiid al-Mufiid, hal.4-9, tahun 1373 H., ta’liq oleh Mohammad Thaha al-Zainiy. Lihat juga klarifikasi Imam Ibnu Taimiyyah, dalam al-Fatawa, III/97-98.
[1] Bandingkan dengan klarifikasi Imam al-Hafidh Abi ‘Abdillah Mohammad bin Ishaq bin Mohammad bin Yahya bin Manduh, Kitaab al-Tauhiid: Wa Ma’rifah Asma’ al-Allah ‘Azza wa Jalla wa Shifaatih ‘Ala al-Ittifaaq wa al-Tafarrud, al-Jaami’ah al-Islaamiyyah, Madinah, jilid I, hal.33.
[2] Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas dan ditakhrij oleh at-Tirmidziy
[3] Lihat Al-Muqriiziy, Tajriid al-Tauhiid al-Mufiid, hal.4-9, tahun 1373 H., ta’liq oleh Mohammad Thaha al-Zainiy. Lihat juga klarifikasi Imam Ibnu Taimiyyah, dalam al-Fatawa, III/97-98.
Buat lebih berguna, kongsi:
