Bagaimana menciptakan jurnal koreksi? tidakbolehkan menciptakannya mendengarnya-pun gres kali ini. Mungkin itu keluhan dari beberapa saudara yang gres mengenal jurnal koreksi. Kapan dan mengapa jurnal koreksi dibuat? untuk mengetahui dan memahaminya dengan baik simaklah uraian diberikut ini dengan seksama.
Catatan dalam proses akuntansi dimulai dengan Pencatatan bukti transaksi keuangan ke dalam jurnal umum atau jurnal khusus.
Jurnal umum atau jurnal khusus dicatat oleh suatu perusahaan secara historis atau sesuai dengan urutan waktu terjadinya transaksi keuangan.
Baik jurnal umum maupun jurnal khusus harus dicatat dengan benar semoga sanggup menghasilkan informasi keuangan (salah satunya laporan keuangan) yang akurat dan sanggup dipertanggung jawabankan kebenarannya.
Apabila terdapat kekeliruan dalam pencatatan jurnal umum atau jurnal khusus bagaimana cara membenarkannya? inilah yang ketika ini akan dibahas dalam blog akuntansi pendidik.
Jurnal untuk membenarkan kekeliruan yang terjadi dalam catatan akuntansi disebut jurnal koreksi. Apakah jurnal koreksi itu sama dengan jurnal penyesuaian? tidak sama, jurnal koreksi tidak sama dengan jurnal penyesuaian. Jurnal koreksi ini disusun apabila terjadi kekeliruan dalam pencatatan yang sudah dilakukan. melaluiataubersamaini demikian penyusunan jurnal koreksi besifat wajib atau harus, apabila terjadi kekeliruan dalam pencatatan, namun apabila tidak ada kekeliruan berati tidak ada penyusunan jurnal koreksi.
UD Zafira ialah sebuah perjuangan yang bergerak dibidang penjualan pakaian wanita, dalam pencatatan transaksi keuangannya UD Zafira memakai metode fisik. Ketika dilakukan pengecekan terhadap jurnal yang dicatat petugas akuntansi menemukan beberapa kekeliruan dalam pencatatan yang sudah dilakukan, kekeliruan-kekeliruan tersebut antara lain sebagai diberikut:
1. Dibeli barang dagangan dari pemasok secara tunai sebesar Rp 1000.000, keliru dicatat sebagai pembelian peralatan kantor
2. Dibeli peralatan kantor secara tunai sebesar Rp 200.000, keliru dicatat sebagai perlengkapan kantor.
3. Penerimaan piutang dari debitur pak joyo sebesar Rp 100.000 dicatat sebagai pembayaran utang kepada pak abdullah sebesar Rp 1000.000
Berdasarkan kekeliruan pencatatan yang terjadi pad UD Zafira maka harus dibentuk jurnal koreksi untuk membenarkan catatan, adapun jurnal koreksi yang dibentuk yaitu sebagai diberikut:
Kekeliruan pertama
Dalam kekeliruan pada perkara 1 menyatakan bahwa Ud zafira sudah membeli barang dagangan, tetapi dicatat sebagai pembelian peralatan kantor padahal seharusnya dicatat sebagai pembelian barang dagangan.
Dalam buku UD Zafira sudah dicatat kekeliruan sebagai diberikut:
Penjelasan
Pada tahap 3 yaitu pembuatan jurnal koreksi dibentuk menurut penandingan antara jurnal pembatalan dengan jurnal yang seharusnya dicatat, Dalam jurnal pembatalan akun kas posisi Debit sebesar 1000.000 sedangkan pada jurnal yang benar akun kas posisi debet sebesar 100.000 sehingga kalau akun kas ditandingkan akan menghasilkan saldo debit 1.100.000, sementara utang bersaldo kredit 1000.000 dan piutang dagang bersaldo kredit 100.000. Sehingga jurnal koreksi yang dibentuk yaitu Debit kas sebesar 1.100.000 dan kredit utang sebesar 1000.000 dan piutang dagang sebesar 100.000.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan tentang pembuatan jurnal koreksi dengan benar ibarat yang dipaparkan di atas maka sanggup diambil kesimpulan bahwasannya jurnal koreksi yaitu jurnal yang dibentuk dengan tujuan membenarkan pencatatan yang keliru. Jurnal koreksi dibentuk menurut penandingan jurnal pembatalan dan jurnal yang benar atau jurnal yang seharusnya dibuat. Sesudah jurnal koreksi dibentuk maka jurnal koreksi sanggup diposting ke buku besar sehingga pencatatan yang tiruanla keliru akan menjadi benar. Jurnal pembatalan dan jurnal yang benar ialah alat menolong dalam menyusun jurnal koreksi sehingga tidak perlu diposting ke buku besar.
Demikianlah pembahasan tentang cara membuat jurnal koreksi dalam situs akuntansi pendidik, semoga pembahasan ini menambah pemahaman anda tentang akuntansi.
Catatan dalam proses akuntansi dimulai dengan Pencatatan bukti transaksi keuangan ke dalam jurnal umum atau jurnal khusus.
Jurnal umum atau jurnal khusus dicatat oleh suatu perusahaan secara historis atau sesuai dengan urutan waktu terjadinya transaksi keuangan.
Baik jurnal umum maupun jurnal khusus harus dicatat dengan benar semoga sanggup menghasilkan informasi keuangan (salah satunya laporan keuangan) yang akurat dan sanggup dipertanggung jawabankan kebenarannya.
Apabila terdapat kekeliruan dalam pencatatan jurnal umum atau jurnal khusus bagaimana cara membenarkannya? inilah yang ketika ini akan dibahas dalam blog akuntansi pendidik.
Pengertian Jurnal Koreksi dalam Akuntansi
Tahap Penyusunan Jurnal Koreksi
Langkah penyusunan jurnal koreksi terdiri dari tiga tahap yaitu sebagai diberikut:Tahap pembuatan jurnal penghapusan
Tahap pembuatan jurnal pembatalan ialah tahap yang bertujuan untuk menghapus jurnal yang keliru dicatat. Tahap ini dibentuk dengan cara membalik posisi akun dan saldonya, misalkan akun kas awalnya ada diposisi debit maka untuk menghapus akun kas ini dirubah posisinya menjadi kredit.Tahap pembuatan jurnal yang benar yang seharusnya dibuat
Dalam tahap ini akan dimunculkan jurnal yang benar yang seharusnya dicatat sebagai pengganti jurnal yang keliru. Makara setelah sebelumnya dalam tahap pertama sudah dibentuk jurnal pembatalan yang bertujuan menghapus jurnal yang keliru maka ditahap kedua dibuatkan jurnal yang benar.Tahap pembuatan jurnal koreksi
Tahap pembuatan jurnal koreksi ialah tahap pembuatan jurnal yang dibentuk menurut penggabungan dari tahap pertama yaitu pembuatan jurnal pembatalan dan tahap kedua tentang pembuatan jurnal yang sebenarnya. Makara dalam pembuatan jurnal koreksi antara tahap pertama dan tahap kedua ditandingkan sehingga menghasilkan jurnal koreksi.Ilustrasi Penyusunan Jurnal Koreksi
Untuk memperjelas pemaparan di atas tentang tahap atau langkah penyusunan jurnal koreksi, silahkan dipahami ilustrasi diberikut ini:UD Zafira ialah sebuah perjuangan yang bergerak dibidang penjualan pakaian wanita, dalam pencatatan transaksi keuangannya UD Zafira memakai metode fisik. Ketika dilakukan pengecekan terhadap jurnal yang dicatat petugas akuntansi menemukan beberapa kekeliruan dalam pencatatan yang sudah dilakukan, kekeliruan-kekeliruan tersebut antara lain sebagai diberikut:
1. Dibeli barang dagangan dari pemasok secara tunai sebesar Rp 1000.000, keliru dicatat sebagai pembelian peralatan kantor
2. Dibeli peralatan kantor secara tunai sebesar Rp 200.000, keliru dicatat sebagai perlengkapan kantor.
3. Penerimaan piutang dari debitur pak joyo sebesar Rp 100.000 dicatat sebagai pembayaran utang kepada pak abdullah sebesar Rp 1000.000
Berdasarkan kekeliruan pencatatan yang terjadi pad UD Zafira maka harus dibentuk jurnal koreksi untuk membenarkan catatan, adapun jurnal koreksi yang dibentuk yaitu sebagai diberikut:
Kekeliruan pertama
Dalam kekeliruan pada perkara 1 menyatakan bahwa Ud zafira sudah membeli barang dagangan, tetapi dicatat sebagai pembelian peralatan kantor padahal seharusnya dicatat sebagai pembelian barang dagangan.
Dalam buku UD Zafira sudah dicatat kekeliruan sebagai diberikut:
(Db) Peralatan Kantor.............................Rp 1000.000
(Kr) Kas ..........................................................Rp 1000.000
Berdasakan kesalahan pencatatan yang dilakukan UD Zafira maka harus dilakukan Pembuatan jurnal koreksi , adapun proses pembuatannya untuk kekeliruan 1 yaitu sebagai diberikut
tahap 1 pembuatan jurnal penghapusan:
(Db) Kas ....................................................Rp 1000.000
(Kr)Peralatan Kantor.....................................Rp 1000.000
tahap 2 pembuatan jurnal yang benar atau yang seharusnya dicatat
(Db)Pembelian........................................Rp 1000.000
(Kr) Kas...........................................................Rp 1000.000
tahap 3 pembuatan jurnal koreksi
(Db)Pembelian......................................Rp 1000.000
(Kr) Peralatan Kantor.............................Rp 1000.000
Penjelasan:
Pada tahap 3 yaitu pembuatan jurnal koreksi dibentuk menurut penandingan antara jurnal pembatalan dengan jurnal yang seharusnya dicatat, Dalam jurnal pembatalan akun kas posisi Debit sebesar 1000.000 sedangkan pada jurnal yang benar akun kas posisi kredit sebesar 1000.000 sehingga kalau akun kas ditandingkan akan menghasilkan saldo nol, dengan demikian yang tersisa yaitu akun pembelian bersaldo debit 1000.000 dan akun peralatan bersaldo kredit 1000.000
Sehingga jurnal koreksi yang dibentuk yaitu Debit pembelian dengan saldo 1000.000 dan kredit peralatan kantor dengan saldo 1000.000.
Kekeliruan Kedua
Dalam kekeliruan pada perkara 2 menyatakan bahwa UD Zafira sudah membeli peralatan kantor, tetapi sudah keliru dicatat sebagai pembelian perlengkapan kantor padahal seharusnya dicatat sebagai pembelian peralatan kantor.
Dalam UD Zafira sudah dicatat kekeliruan sebagai diberikut:
(Db) Perlengkapan kantor.....................Rp 200.000
(Kr) Kas..........................................................Rp 200.000
Berdasakan kesalahan pencatatan yang dilakukan UD Zafira maka harus dibentuk jurnal koreksi adapun proses pembuatan jurnal koreksi untuk kekeliruan 2 yaitu sebagai diberikut
tahap 1 pembuatan jurnal penghapusan:
(Db) Kas .................................................Rp 200.000
(Kr) Perlengkapan Kantor ..........................Rp 200.000
tahap 2 pembuatan jurnal yang benar atau yang seharusnya dicatat
(Db) Peralatan kantor............................Rp 200.000
(Kr) Kas.........................................................Rp 200.000
tahap 3 pembuatan jurnal koreksi
(Db) Peralatan kantor..........................Rp 200.000
(Kr) Perlengkapan Kantor..........................Rp 200.000
Penjelasan
Pada tahap 3 yaitu pembuatan jurnal koreksi dibentuk menurut penandingan antara jurnal pembatalan dengan jurnal yang seharusnya dicatat, Dalam jurnal pembatalan akun kas posisi Debit sebesar 200.000 sedangkan pada jurnal yang benar akun kas posisi kredit sebesar 200.000 sehingga kalau akun kas ditandingkan akan menghasilkan saldo nol, dengan demikian yang tersisa yaitu akun peralatan kantor bersaldo debit 200.000 dan akun perlengkapan kantor bersaldo kredit 200.000. Sehingga jurnal koreksi yang dibentuk yaitu Debit peralatan kantor dengan saldo 200.000 dan kredit perlengkapan kantor dengan saldo 200.000.
Kekeliruan ketiga
Dalam kekeliruan ketiga menyatakan bahwa UD Zafira sudah mendapatkan piutang dari pak joyo, tetapi dicatat sebagai pembayaran utang kepada pak abdullah padahal seharusnya dicatat sebagai penerimaan piutang.
Dalam UD Zafira sudah dicatat kekeliruan sebagai diberikut:
(Db) Utang........................Rp 1000.000
(Kr) Kas...........................................Rp 1000.000
Berdasakan kesalahan pencatatan yang dilakukan UD Zafira maka harus dibentuk jurnal koreksi adapun proses pembuatan jurnal koreksi untuk kekeliruan 3 yaitu sebagai diberikut
Tahap 1 pembuatan jurnal penghapusan:
(Db) Kas.............................Rp 1000.000
(Kr) Utang........................................Rp 1000.000
Tahap 2 pembuatan jurnal yang benar atau yang seharusnya dicatat
(Db) Kas..............................Rp 100.000
(Kr) Piutang dagang.......................Rp 100.000
Tahap 3 pembuatan jurnal koreksi
(Db) Kas............................... Rp 1.100.000
(Kr) Utang...........................................Rp 1000.000
(Kr) Piutang dagang...........................Rp 100.000
Pada tahap 3 yaitu pembuatan jurnal koreksi dibentuk menurut penandingan antara jurnal pembatalan dengan jurnal yang seharusnya dicatat, Dalam jurnal pembatalan akun kas posisi Debit sebesar 1000.000 sedangkan pada jurnal yang benar akun kas posisi debet sebesar 100.000 sehingga kalau akun kas ditandingkan akan menghasilkan saldo debit 1.100.000, sementara utang bersaldo kredit 1000.000 dan piutang dagang bersaldo kredit 100.000. Sehingga jurnal koreksi yang dibentuk yaitu Debit kas sebesar 1.100.000 dan kredit utang sebesar 1000.000 dan piutang dagang sebesar 100.000.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan tentang pembuatan jurnal koreksi dengan benar ibarat yang dipaparkan di atas maka sanggup diambil kesimpulan bahwasannya jurnal koreksi yaitu jurnal yang dibentuk dengan tujuan membenarkan pencatatan yang keliru. Jurnal koreksi dibentuk menurut penandingan jurnal pembatalan dan jurnal yang benar atau jurnal yang seharusnya dibuat. Sesudah jurnal koreksi dibentuk maka jurnal koreksi sanggup diposting ke buku besar sehingga pencatatan yang tiruanla keliru akan menjadi benar. Jurnal pembatalan dan jurnal yang benar ialah alat menolong dalam menyusun jurnal koreksi sehingga tidak perlu diposting ke buku besar.
Demikianlah pembahasan tentang cara membuat jurnal koreksi dalam situs akuntansi pendidik, semoga pembahasan ini menambah pemahaman anda tentang akuntansi.
Buat lebih berguna, kongsi: