Tongkronganislami.net - Husnul khotimah yakni ketika hamba mengahiri hidupnya sebelum nati dengan amal shaleh, dia meninggalkan dunia dalam ketaatan. Seperti meninggal ketika sedang menjalankan shalat, sedang menjalankan ibadah haji. Ketika sedang berpuasa atau sedang berperang melawan musuh-musuh islam. Maka, mereka yakni orang-orang yang merengkuh kebahagiaan dan Allah akan mengekalkan mereka dalam kebahagiaan.
Ya Allah, limpahkanlah kemuliaan yang besar ini kepada kami
Lihatlah, kalau seorang kekasih berjumpa dengan kekasihnya dalam nuansa yang indah dan melaksanakan sesuatu yang di sukainya maka tentu hal ini akan menambah cinta diantara keduanya. Lalu, apa yang ada di benakmu, kalau seorang hamba yang taat berjumpa dangan sang pencipta langit dan bumi. Sudah dipastikan, hamba ini akan menerima syafaat dan akan menghuni nirwana untuk selamanya.
Dalam hadist Rasulullah SAW banyak dijelaskan wacana tanda-tanda husnul khotimah. Barangsiapa yang meninggal dunia dengan salah satu alamat husnul khotimah di bawah ini maka akan mendapatkan kebahagian. Kita memohon kepada Allah biar dianugrahkan kematian yang husnul khotimah.
Ya Allah, limpahkanlah kemuliaan yang besar ini kepada kami
Lihatlah, kalau seorang kekasih berjumpa dengan kekasihnya dalam nuansa yang indah dan melaksanakan sesuatu yang di sukainya maka tentu hal ini akan menambah cinta diantara keduanya. Lalu, apa yang ada di benakmu, kalau seorang hamba yang taat berjumpa dangan sang pencipta langit dan bumi. Sudah dipastikan, hamba ini akan menerima syafaat dan akan menghuni nirwana untuk selamanya.
Dalam hadist Rasulullah SAW banyak dijelaskan wacana tanda-tanda husnul khotimah. Barangsiapa yang meninggal dunia dengan salah satu alamat husnul khotimah di bawah ini maka akan mendapatkan kebahagian. Kita memohon kepada Allah biar dianugrahkan kematian yang husnul khotimah.
![]() |
| Khusnul Khotimah / M |
Pertama; ketika menimggal dunia mengucapkan kalimat syahadat. Sebagaimana sabda Nabi,
"barang siapa yang di selesai hayatnya mengucapkan kalimat laa ilaha illallah maka akan masuk surga"
Kedua; mati dengan kening yang berkeringat.
Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Buraidah bin Al-Hushaib RA. Pada ketika itu, dia berada di khurasan menjenguk saudaranya yang sedang sakit. Namun, saudaranya ditemukan telah meninggal dunia. Tiba-tiba saudaranya yang meninggal itu keningnya berkeringat. Maka dia berkata ; Allahu Akbar !! saya telah mendengar Rasulullah berkata :
“kematian orang mukmin dibarengi dengan keluarnya keringat di kening”
Ketiga; meninggal dunia di malam jumat atau hari jumat, Rasulullah bersaba :
“orang muslim yng meninggal dunia di malam jumat atau di hari jumat maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa kubur”
Keempat; mati syahid di medan perang,
Rasulullah SAW bersabda “orang yang mati syahid disisi allah akan mendapatkan enam keberuntungan. Pertama; Allah telah mengampuni segala dosanya sejak tetesan darahnya yang pertama. Kedua; melihat kawasan di surga. Ketiga; terlepas dari siksa kubur dan selamat dari ketakutan yang paling besar. Keempat; mencicipi lezatnya iman. Kelima; dikawinkan dengan bidadari. Keenam; tujuh puluh dari dari kerabatnya di ampuni dosanya oleh Allah ”.
Mati syahid menyerupai ini diberikan kepada mereka yang memintanya dengan penuh ketulusan dari lubuk hatinya yang paling dalam. Walaupun, mereka mustahil menggapainya dalam perang membela agama Allah.
Rasulullah SAW bersabda,
“Barang siapa yang meminta kepada Allah mati syahid dengan penuh kesungguhan maka Allah akan menempatkannya dalam golonganya para syuhada’ meskipun dia mati di atas kawasan tidurnya ”
Kelima; mati berperang membela agama Allah.
Rasulullah SAW bersabda, “barang siapa yang keluar untuk membela agama Allah kemudian meninggal atau dibunuh maka Ia mati syahid. Atau terpenggal lehernya, di cakar hewan buas, atau mati diatas kawasan tidurnya dengan alami (tanpa sebab) maka mereka mati syahid. Dan baginya yakni surga. ”
Rasulullah SAW bersabda, “tikaman yakni sebuah bukti bagi orang mukmin. ” Dan masih banyak hadist shahih lain dari Rasulullah selain hadist di atas.
Ketujuh; mati lantaran sakit perut.
Dalam hadist Abu Hurairah menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,” barang siapa yang mati di sebabkan sakit perut maka dia akan mati syshid ”
Kedelapan dan kesembilan ; mati disebabkan karam dan tertimbun reruntuhan.
Rasulullah bersabda,
“pera syuhada’ itu ada lima macam; orang yang mati lantaran ditikam, sakit perut, enggelam, tertimbun reruntuhan dan mati di jalan Allah. ”
Kesepuluh, kesebelas dan kedua belas; kematian seorang ibu ketika melahirkan anaknya , mati tebakar dan dan mati di sebabkan tumor.
Hadist diriwayatkan Jabir bin Atik dan Rasulullah SAW,
“orang yang mati syahid yakni orang yang mempunyai tujuh kriteria. Mereka adalah; orang yang mati di jalan Allah yakni mati syahid, orang yang mati lantaran sakit perutr aalah mati syahid, orang ang mati lantaran terbakar yakni mati syahid, orang yang mati lantaran tertimbun reruntuhan yakni mati syahid, wanita yang mati didalam perutnya ada seorang bayi yakni mati syahid.”
Ketiga belas; orang yang mati lantaran penyakit TBC.
Hadits diriwayatkan Said bin Zaid dari Rasulullah, “orang mati disebabkan mati lantaran TBC yakni mati syahid”
Keempat belas, kellima belas dan keenam belas; mati dikarenakan mempertahankan hartanya, membela agamanya dan membela dirinya.
Hadist diriwayatkan Said bin Zaid dari Rasulullah SAW,
“barang siapa yang mati membela hartanya maka dia mati syahid. Barabg siapa yang mati membela keluarganya maka dia mati syahid. Barang siapa yang mati membela agamanya maka dia mati syahid. Dan barang siapa mati membela darahnya maka dia mati syahid. ”
Ketujuh belas; orang yang mati lantaran mengikatkan dirinya di jalan Allah. (para bpenjaga yang menjaga kota atau wilayah dari serangan musuh-musuh islam).
Hadist yang diriwayatkan salman dari Rasulullah SAW,
“orang yang menjaga kota atau wilayah siang dan malam itu lebih baik dari pada puasa satu bulan penuh dan malam harinya dibarengi dangan beribadah. Jika dia mati maka pahalanya akan terus mengalir kepadanya dan rezeki akan terus diberikan kepadanya. Serta dirinya akan selamat dari siksa kubur. ”
Kedelapan belas; mati ketika sedang menjalankan amal shaleh. Rasulullah SAW dersabda,
“ barang siapa yag berkata laa ilaha illallah dengan mengharapkan ridha Allah dan dia mengakhiri hidupnya dengan kalimat itu maka dia akan masuk surga. Baraang siapa yang berpuasa sehari-harinya dengan mengharapkan ridha Allah dan dia mengakhiri hidupnya dengan berpuasa maka dia akan masuk surga. Barang siapa yang bershadaqah dengan mengharapkan ridha Allah dan dia mengakhiri hidupnya dengan bershadaqah dan maka dia masuk nirwana ”
Hadist di atas sanggup ditarik kesimpulan yaitu barang siapa yang mati ketika melaksanakan amal shaleh maka dia akan memperoleh husnul khotimah.
Seseorang yang meninggal dalam keadaan beriman sanggup ditandai dengan keluarnya keringan pada pelipisnya. Hal ini sesuai Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari buraidah, bahwa Nabi Shallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
“Orang mukmin itu meninggal dengan keringat di pelipisnya.” (Ditakhrij oleh At Tirmidzi dan dia menyampaikan hadits ini shahih. Al Albani menyampaikan dalam Ahkam Al Jana’iz dan Shahih al Jami’ bahwa hadis ini Shahih)”
Dan diriwayatkan pula dari Salman al Farisi dia berkata : “Saya pernah mendengan Rasulullah bersabda,
“Perhatikanlah tiga hal pada seorang mayat ketika dia meninggal :
Jika pelipisnya berkeringat, matanya berlinang dan hidungnya mengembang,itu yakni rahmat dari Allah yang telah turun kepadanya.
Jika dia mendengkur menyerupai onta muda yang dicekik, padam roman mukanya dan berbuih kedua mulutnya, itu yakni adzab Allah Ta’ala yang telah menimpanya.”(Dhaif. Hadis ini disebutkan oleh Ibnu Thulun dalam At Tahrir al Murassakh, dimana dia menyampaikan At Tirmidzi telah meriwayatkan hadits ini dalam Nawadir Al Ushul. Dan hadits ini dinyatakan dhaif oleh Al iraqi dalam kitabnya At Takhrij Ala Al Ihya)
Dan kata sebagian ulama, Mukmin itu pelipisnya berkeringat lantaran malu kepada Tuhannya atas pelanggaran-pelanggaran yang telah diakukannya. Karena anggota-anggota badan serpihan bawah telah mati dan masih tersisa kekuatan-kekuatan hidup dan aktifitas di serpihan atas, maka rasa malu itu tampak di kedua matanya. Dan ketika itulah memang waktunya malu.
Adapun orang kafir , semuanya itu tidak dialaminya. Sedang andal tauhid yang menerima siksa, juga tidak mengalami pengalaman menyerupai yang disebutkan itu, lantaran sibuk dengan siksaan yang menimpanya. Keringat yang tampak di pelipis yakni tanda para orang yang menerima rahmat, lantaran tidak seorang pun dari para wali, shiddiq atau orang-orang shaleh melainkan dia merasa malu kepada Tuhannya disertai rasa senang lantaran mendapatkan kabar gembira.
Qurthubi menyampaikan bahwa terkadang tanda itu tampak semuanya, kadang hanya satu dan kadang dua. Beliau pernah melihat hanya keringat di pelipis saja yang tampak. Dan semua itu bergantung pada tingkatan amal masing-masing orang. Wallahu’alam.
Dalam hadits riwayat Ibnu Mas’ud disebutkan , “Kematian orang mukmin itu (bisa ditandai) dengan keringat dipelipis. Masih ada padanya sisa doasa-dosanya, maka akan dikurangi ketika dia meninggal.” (Lihat Ahkam Al nda Jana’iz, karya Al Albani)
Maksudnya ialah diperberat guna membersihkan dosa-dosanya.
Tanda-Tanda Su’ul Khatimah
Tergelincirnya hati sehabis menerima petunjuk yakni ciri su’ul khotimah. Jadi, apabila seseorang mengalami kehinaan sehabis kemuliaan, atau mengalami niqmah sehabis ni’mah, mengalami peristiwa sehabis anugrah, mempunyai kemalangan sehabis memperoleh keberuntungan. Mereka yakni termasuk su,ul khotimah. Dalam Al-Qur’an Allah memperlihatkan rujukan satu negeri, yang mengalami su’ul khotimah, contohnya QS. An-Nahl :112
“ Dan Allah Telah menciptakan suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya kondusif lagi tenteram, rezkinya tiba kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; Karena itu Allah mencicipi kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.”
Ciri lain dari su’ul khatimah yakni mengalami kekafiran atau kedurhakaan sehabis memeperoleh keimanan dan ketaqwaan. Orang masa mudanya banyak melaksanakan amal shaleh, tetapi di ujung hidupnya sehabis kekayaan mengalir kepadanya, dia melaksanakan kemaksiatan. Itu dinamakan khusnul hatimah. Rasulullah pernah bersabda bahwa ada tiga orang yang Allah tidak akan perhatikan dia pada hari kiamat, dan Allah tidak akan bersihkan dia. Dua diantaranya yakni orang bau tanah yang berzina dan orang miskin yang takbur.
Rasulullah bersabda, ada orang yang hingga terhir pun Allah tidak memperhatikan dia, yaitu; (1) orang-orang yang menerima kehinaan sehabis mengalami kemuliaan. (2) kekafiran sehabis beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. (3) meninggalkan dunia ini tanpa membawa keimanan atau meninggalkan dunia dalam berbuat dosa. Inilah yang paling buruk. Semoga kita tidak termasuk dari orang-orang tersebut, dan semoga Allah senatiasa menjaga kita dari api neraka.
Dari beberapa uraian diata sanggup kita ambil kesimpulan bahwa orang yang hidup niscaya akan mengalami mati. Oleh lantaran itu, kita sebagai uma mu’min harus sanggup mengakhiri hidup kita dengan mu’min pula. Karena apabila tidak waspada dengan godaan syaitan, maka dengan gampang syitan tersebut mengajak kita kepada kemaksiatan. Sehingga kita mengakhiri hidu kita dengan su’ul khatimah. Na’udzu billahi min dzalik.
حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِ الْمِسْمَعِيُّ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنِي صَالِحُ بْنُ أَبِي عَرِيبٍ عَنْ كَثِيرِ بْنِ مُرَّةَ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Kedua; mati dengan kening yang berkeringat.
Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Buraidah bin Al-Hushaib RA. Pada ketika itu, dia berada di khurasan menjenguk saudaranya yang sedang sakit. Namun, saudaranya ditemukan telah meninggal dunia. Tiba-tiba saudaranya yang meninggal itu keningnya berkeringat. Maka dia berkata ; Allahu Akbar !! saya telah mendengar Rasulullah berkata :
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ الْمُثَنَّى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُؤْمِنُ يَمُوتُ بِعَرَقِ الْجَبِينِ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ وَقَدْ قَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ لَا نَعْرِفُ لِقَتَادَةَ سَمَاعًا مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ.
“kematian orang mukmin dibarengi dengan keluarnya keringat di kening”
Ketiga; meninggal dunia di malam jumat atau hari jumat, Rasulullah bersaba :
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ وَأَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ سَعِيدِ بْن أَبِي هِلَالٍ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ سَيْفٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ قَالَ وَهَذَا حَدِيثٌ لَيْسَ إِسْنَادُهُ بِمُتَّصِلٍ رَبِيعَةُ بْنُ سَيْفٍ إِنَّمَا يَرْوِي عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَلَا نَعْرِفُ لِرَبِيعَةَ بْنِ سَيْفٍ سَمَاعًا مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو
“orang muslim yng meninggal dunia di malam jumat atau di hari jumat maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa kubur”
Keempat; mati syahid di medan perang,
Rasulullah SAW bersabda “orang yang mati syahid disisi allah akan mendapatkan enam keberuntungan. Pertama; Allah telah mengampuni segala dosanya sejak tetesan darahnya yang pertama. Kedua; melihat kawasan di surga. Ketiga; terlepas dari siksa kubur dan selamat dari ketakutan yang paling besar. Keempat; mencicipi lezatnya iman. Kelima; dikawinkan dengan bidadari. Keenam; tujuh puluh dari dari kerabatnya di ampuni dosanya oleh Allah ”.
Mati syahid menyerupai ini diberikan kepada mereka yang memintanya dengan penuh ketulusan dari lubuk hatinya yang paling dalam. Walaupun, mereka mustahil menggapainya dalam perang membela agama Allah.
Rasulullah SAW bersabda,
من سال الله الشهادة بصدق بلغه الله منازل الشهداء وان مات على فراشه
“Barang siapa yang meminta kepada Allah mati syahid dengan penuh kesungguhan maka Allah akan menempatkannya dalam golonganya para syuhada’ meskipun dia mati di atas kawasan tidurnya ”
Kelima; mati berperang membela agama Allah.
Rasulullah SAW bersabda, “barang siapa yang keluar untuk membela agama Allah kemudian meninggal atau dibunuh maka Ia mati syahid. Atau terpenggal lehernya, di cakar hewan buas, atau mati diatas kawasan tidurnya dengan alami (tanpa sebab) maka mereka mati syahid. Dan baginya yakni surga. ”
Rasulullah SAW bersabda, “tikaman yakni sebuah bukti bagi orang mukmin. ” Dan masih banyak hadist shahih lain dari Rasulullah selain hadist di atas.
Ketujuh; mati lantaran sakit perut.
Dalam hadist Abu Hurairah menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,” barang siapa yang mati di sebabkan sakit perut maka dia akan mati syshid ”
Kedelapan dan kesembilan ; mati disebabkan karam dan tertimbun reruntuhan.
Rasulullah bersabda,
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ إِذْ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ عَلَى الطَّرِيقِ فَأَخَّرَهُ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ وَقَالَ الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالَ لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لَاسْتَبَقُوا إِلَيْهِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا.
“pera syuhada’ itu ada lima macam; orang yang mati lantaran ditikam, sakit perut, enggelam, tertimbun reruntuhan dan mati di jalan Allah. ”
Kesepuluh, kesebelas dan kedua belas; kematian seorang ibu ketika melahirkan anaknya , mati tebakar dan dan mati di sebabkan tumor.
Hadist diriwayatkan Jabir bin Atik dan Rasulullah SAW,
“orang yang mati syahid yakni orang yang mempunyai tujuh kriteria. Mereka adalah; orang yang mati di jalan Allah yakni mati syahid, orang yang mati lantaran sakit perutr aalah mati syahid, orang ang mati lantaran terbakar yakni mati syahid, orang yang mati lantaran tertimbun reruntuhan yakni mati syahid, wanita yang mati didalam perutnya ada seorang bayi yakni mati syahid.”
Ketiga belas; orang yang mati lantaran penyakit TBC.
Hadits diriwayatkan Said bin Zaid dari Rasulullah, “orang mati disebabkan mati lantaran TBC yakni mati syahid”
Keempat belas, kellima belas dan keenam belas; mati dikarenakan mempertahankan hartanya, membela agamanya dan membela dirinya.
Hadist diriwayatkan Said bin Zaid dari Rasulullah SAW,
“barang siapa yang mati membela hartanya maka dia mati syahid. Barabg siapa yang mati membela keluarganya maka dia mati syahid. Barang siapa yang mati membela agamanya maka dia mati syahid. Dan barang siapa mati membela darahnya maka dia mati syahid. ”
Ketujuh belas; orang yang mati lantaran mengikatkan dirinya di jalan Allah. (para bpenjaga yang menjaga kota atau wilayah dari serangan musuh-musuh islam).
Hadist yang diriwayatkan salman dari Rasulullah SAW,
“orang yang menjaga kota atau wilayah siang dan malam itu lebih baik dari pada puasa satu bulan penuh dan malam harinya dibarengi dangan beribadah. Jika dia mati maka pahalanya akan terus mengalir kepadanya dan rezeki akan terus diberikan kepadanya. Serta dirinya akan selamat dari siksa kubur. ”
Kedelapan belas; mati ketika sedang menjalankan amal shaleh. Rasulullah SAW dersabda,
“ barang siapa yag berkata laa ilaha illallah dengan mengharapkan ridha Allah dan dia mengakhiri hidupnya dengan kalimat itu maka dia akan masuk surga. Baraang siapa yang berpuasa sehari-harinya dengan mengharapkan ridha Allah dan dia mengakhiri hidupnya dengan berpuasa maka dia akan masuk surga. Barang siapa yang bershadaqah dengan mengharapkan ridha Allah dan dia mengakhiri hidupnya dengan bershadaqah dan maka dia masuk nirwana ”
Hadist di atas sanggup ditarik kesimpulan yaitu barang siapa yang mati ketika melaksanakan amal shaleh maka dia akan memperoleh husnul khotimah.
Seseorang yang meninggal dalam keadaan beriman sanggup ditandai dengan keluarnya keringan pada pelipisnya. Hal ini sesuai Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari buraidah, bahwa Nabi Shallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
“Orang mukmin itu meninggal dengan keringat di pelipisnya.” (Ditakhrij oleh At Tirmidzi dan dia menyampaikan hadits ini shahih. Al Albani menyampaikan dalam Ahkam Al Jana’iz dan Shahih al Jami’ bahwa hadis ini Shahih)”
Dan diriwayatkan pula dari Salman al Farisi dia berkata : “Saya pernah mendengan Rasulullah bersabda,
“Perhatikanlah tiga hal pada seorang mayat ketika dia meninggal :
Jika pelipisnya berkeringat, matanya berlinang dan hidungnya mengembang,itu yakni rahmat dari Allah yang telah turun kepadanya.
Jika dia mendengkur menyerupai onta muda yang dicekik, padam roman mukanya dan berbuih kedua mulutnya, itu yakni adzab Allah Ta’ala yang telah menimpanya.”(Dhaif. Hadis ini disebutkan oleh Ibnu Thulun dalam At Tahrir al Murassakh, dimana dia menyampaikan At Tirmidzi telah meriwayatkan hadits ini dalam Nawadir Al Ushul. Dan hadits ini dinyatakan dhaif oleh Al iraqi dalam kitabnya At Takhrij Ala Al Ihya)
Dan kata sebagian ulama, Mukmin itu pelipisnya berkeringat lantaran malu kepada Tuhannya atas pelanggaran-pelanggaran yang telah diakukannya. Karena anggota-anggota badan serpihan bawah telah mati dan masih tersisa kekuatan-kekuatan hidup dan aktifitas di serpihan atas, maka rasa malu itu tampak di kedua matanya. Dan ketika itulah memang waktunya malu.
Adapun orang kafir , semuanya itu tidak dialaminya. Sedang andal tauhid yang menerima siksa, juga tidak mengalami pengalaman menyerupai yang disebutkan itu, lantaran sibuk dengan siksaan yang menimpanya. Keringat yang tampak di pelipis yakni tanda para orang yang menerima rahmat, lantaran tidak seorang pun dari para wali, shiddiq atau orang-orang shaleh melainkan dia merasa malu kepada Tuhannya disertai rasa senang lantaran mendapatkan kabar gembira.
Qurthubi menyampaikan bahwa terkadang tanda itu tampak semuanya, kadang hanya satu dan kadang dua. Beliau pernah melihat hanya keringat di pelipis saja yang tampak. Dan semua itu bergantung pada tingkatan amal masing-masing orang. Wallahu’alam.
Dalam hadits riwayat Ibnu Mas’ud disebutkan , “Kematian orang mukmin itu (bisa ditandai) dengan keringat dipelipis. Masih ada padanya sisa doasa-dosanya, maka akan dikurangi ketika dia meninggal.” (Lihat Ahkam Al nda Jana’iz, karya Al Albani)
Maksudnya ialah diperberat guna membersihkan dosa-dosanya.
Tanda-Tanda Su’ul Khatimah
Tergelincirnya hati sehabis menerima petunjuk yakni ciri su’ul khotimah. Jadi, apabila seseorang mengalami kehinaan sehabis kemuliaan, atau mengalami niqmah sehabis ni’mah, mengalami peristiwa sehabis anugrah, mempunyai kemalangan sehabis memperoleh keberuntungan. Mereka yakni termasuk su,ul khotimah. Dalam Al-Qur’an Allah memperlihatkan rujukan satu negeri, yang mengalami su’ul khotimah, contohnya QS. An-Nahl :112
“ Dan Allah Telah menciptakan suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya kondusif lagi tenteram, rezkinya tiba kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; Karena itu Allah mencicipi kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.”
Ciri lain dari su’ul khatimah yakni mengalami kekafiran atau kedurhakaan sehabis memeperoleh keimanan dan ketaqwaan. Orang masa mudanya banyak melaksanakan amal shaleh, tetapi di ujung hidupnya sehabis kekayaan mengalir kepadanya, dia melaksanakan kemaksiatan. Itu dinamakan khusnul hatimah. Rasulullah pernah bersabda bahwa ada tiga orang yang Allah tidak akan perhatikan dia pada hari kiamat, dan Allah tidak akan bersihkan dia. Dua diantaranya yakni orang bau tanah yang berzina dan orang miskin yang takbur.
Rasulullah bersabda, ada orang yang hingga terhir pun Allah tidak memperhatikan dia, yaitu; (1) orang-orang yang menerima kehinaan sehabis mengalami kemuliaan. (2) kekafiran sehabis beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. (3) meninggalkan dunia ini tanpa membawa keimanan atau meninggalkan dunia dalam berbuat dosa. Inilah yang paling buruk. Semoga kita tidak termasuk dari orang-orang tersebut, dan semoga Allah senatiasa menjaga kita dari api neraka.
Dari beberapa uraian diata sanggup kita ambil kesimpulan bahwa orang yang hidup niscaya akan mengalami mati. Oleh lantaran itu, kita sebagai uma mu’min harus sanggup mengakhiri hidup kita dengan mu’min pula. Karena apabila tidak waspada dengan godaan syaitan, maka dengan gampang syitan tersebut mengajak kita kepada kemaksiatan. Sehingga kita mengakhiri hidu kita dengan su’ul khatimah. Na’udzu billahi min dzalik.
Daftar Pustaka
Al-Qarni, Abdullah. Drama Kematian. 2003, Serambi; Jakarta.
Al-taliyadi, Abdullah. Metode Menyambut Maut. 2007, Diva; Yogyakarta.
Gusmian, Islah. Doa Menghadapi Kematian. 2006, Mizan Pustaka; Bandung.
Mustafa, Murad. Saat Malaikat Menjemput Maut. 2006, Pustaka Al-Kausar; Jakarta.
Rahkmat, Jalaludin. Memaknai Kematian. 2006, Iman;Depok.
Shihab, Quraish. Perjalanan Menuju Keabadian. 2006, Lentera Hati; Jakarta.
Al-Qarni, Abdullah. Drama Kematian. 2003, Serambi; Jakarta.
Al-taliyadi, Abdullah. Metode Menyambut Maut. 2007, Diva; Yogyakarta.
Gusmian, Islah. Doa Menghadapi Kematian. 2006, Mizan Pustaka; Bandung.
Mustafa, Murad. Saat Malaikat Menjemput Maut. 2006, Pustaka Al-Kausar; Jakarta.
Rahkmat, Jalaludin. Memaknai Kematian. 2006, Iman;Depok.
Shihab, Quraish. Perjalanan Menuju Keabadian. 2006, Lentera Hati; Jakarta.
Buat lebih berguna, kongsi:
