Edisi 5 Khutbah Jumat terbaru 2017 Hablum Minallah Wa Hablum Minannas
Oleh: Fathurrahim
الحمد لله الذي هدانا لهذا, وما كنا لنهتدي لولا أن هدانا الله، و الحمد لله المنزه عن أن يكون له نظراء وأشباه، المقدس فلا تقرب الحوادث حماه، الذي اختار الإسلام ديناً وارتضاه، فأرسل به محمد - صلى الله عليه وسلم - واصطفاه، وجعل له أصحاباً فاختار كلاً منهم لصحبته واجتباه، وجعلهم كالنجوم بأيهم اقتدى الإنسان اهتدى إلى الحق واقتفاه، فصلى الله عليه وعلى آله وأصحابه صلاة توجب لهم رضاه، أحمده على نعمه كلها حمداً يقتضي الزيادة من نعمه، ويجزل لنا النصيب من قسمه }يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا (۷٠) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا } { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِن رَّحْمَتِهِ وَيَجْعَل لَّكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ} { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوااللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Sidang jama’ah sholat jumat yang dimuliakan Allah
Islam mempunyai pedoman yang membentangkan dua bentuk korelasi yang serasi
1. Tata korelasi yang mengatur antara insan dengan Tuhannya dalam hal ibadah (ubudiyah) atau yang terkenal dikatakan dengan hablum minallah
2. Tata korelasi yang mengatur antara insan dengan makhluk yang lainnya dalam wujud amaliyah sosial
Dalam Al-Qur'an surat Ali Imron: 112 Allah SWT berfirman
ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُواْ إِلاَّ بِحَبْلٍ مِّنْ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَآؤُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُواْ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الأَنبِيَاء بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُواْ يَعْتَدُونَ
"Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali bila mereka berpegang kepada tali (agama) Allah SWT dan tali (perjanjian) dengan insan dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah SWT dan mereka diliputi kerendahan. yang demikian itu lantaran mereka kafir kepada ayat-ayat Allah SWT dan membunuh Para Nabi tanpa alasan yang benar. yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas."
Baca Juga Artikel Jumat Lainnya:
- Syarat Sah Mendirikan Sholat Jumat
- Rukun dan Syarat 2 Khutbah Jumat
- Edisi 4 Khutbah Jumat terbaru November 2017 Menyeru kepada Allah SWT
Hablum minallah berdasarkan bahasa berarti korelasi dengan Allah SWT. Namun dalam pengertian syariah makna hablum minallah sebagaimana yang dijelaskan di dalam tafsir At-Thabari, Al-Baghawi, dan tafsir Ibnu Katsir ialah "Perjanjian dari Allah, maksudnya ialah masuk Islam atau beriman dengan Islam sebagai jaminan keselamatan bagi mereka di dunia dan di akhirat" Sehingga sanggup kita pahami bahwa untuk membangun korelasi kita kepada Allah, kita mempunyai kewajiban untuk menunaikan hak-hak Allah, dan apakah hak-hak Allah SWT itu? Hak-hak Allah SWT ialah mentauhidkan dan tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain serta menjalankan syariat Allah SWT. Misalnya: sholat, puasa dan sebagainya.
Sidang jama’ah sholat jumat yang dimuliakan Allah
Namun apakah cukup hanya dengan hablum minallah saja, sedangkan di sisi yang lain kita mengabaikan hablum minannas? Tentu tidak cukup, mengingat kita ialah makhluk sosial yang tidak sanggup hidup tanpa proteksi orang lain. Di dalam Al-Quran juga banyak ayat-ayat yang menyebutkan wacana perintah mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan hablum minannallah namun diiringi juga dengan hablum minannas, antara lain.
إِنَّ الإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا إِلَّا الْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلاتِهِمْ دَائِمُونَ وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَّعْلُومٌ لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ
"Sesungguhnya insan diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir (19), Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah (20), Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir (21), Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat (22), Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya (23), Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia serpihan tertentu (24), Bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta)" (QS. Al-Ma'arij: 19-25)
Dalam ayat tersebut secara tegas Allah SWT menyebutkan bahwa keluh kesah dan kikir itu telah menjadi sifat bawaan insan semenjak beliau diciptakan. Bukankah kalau kita tidak mempunyai harta kita sering berkeluh kesah? Sebaliknya, kalau kita mempunyai banyak harta kita sering lebih cenderung untuk kikir. Lalu bagaimana caranya biar sifat bawaan kita tersebut sanggup kita hindari? Allah SWT menyebutkan paling tidak ada dua jalan, pertama, mengerjakan sembahyang (hablum minallah) secara kontinyu. Kedua, menyadari bahwa dalam harta yang kita miliki terkandung serpihan tertentu untuk fakir miskin (hablum minannas).
Di dalam Al-Quran Allah SWT berfirman
وَاعْبُدُواْ اللَّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالاً فَخُورًا
"Sembahlah Allah SWT dan janganlah kau mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat sepakat kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, belum dewasa yatim, orang-orang miskin, tetangga yang akrab dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri" (QS. An-Nisa: 36)
Sidang jama’ah sholat jumat yang dimuliakan Allah
Ayat tersebut mengandung dua bentuk akhlak, yaitu budpekerti kepada Allah SWT (hablum minallah) yang ditunjukkan dengan perintah biar kita menjalin korelasi baik kepada Allah SWT dengan cara tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain. Dan budpekerti terhadap sesama insan (hablum minannas) yang ditunjukkan dengan perintah berbuat baik kepada kedua orang tua, karib kerabat, belum dewasa yatim, orang-orang miskin tetangga yang akrab dan tetangga yang jauh, teman sejawat, orang yang dalam perjalanan dan hamba sahaya.
Selanjutnya Allah SWT menutup ayat di atas dengan kalimat: "Sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri". Dengan maksud biar kita tidak sombong kepada orang tua, lantaran ada dikala dimana kita juga pasti akan menjadi tua. Jangan sombong kepada belum dewasa yatim lantaran ada dikala kita juga akan menjadi yatim. Jangan sombong kepada orang miskin lantaran ada dikala kita juga akan menjadi miskin secara tiba-tiba. Jangan sombong kepada tetangga lantaran merekalah orang yang pertama menawarkan pertolongan kepada kita dikala kita mengalami kesulitan. Jangan sombong kepada teman lantaran kita sangat membutuhkannya. Jangan sombong kepada musaffir lantaran ada dikala dimana kitapun akan menjadi musafir dan jangan sombong kepada pembantu rumah tangga lantaran mereka besar bantuannya kepada kita meskipun tidak besar upah yang kita berikan.
Dalam surat Al-Ma'un ayat 1-7 Allah SWT berfirman
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ وَلا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَن صَلاتِهِمْ سَاهُونَ الَّذِينَ هُمْ يُرَاؤُونَ وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ
"Tahukah kau (orang) yang mendustakan agama? (1), Itulah orang yang menghardik anak yatim(2), Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin (3). Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat (4), (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya (5), Orang-orang yang berbuat riya (6), Dan enggan (menolong dengan) barang berkhasiat (7)"
Dalam surat tersebut, Allah SWT demikian lugas mengaitkan antara agama dengan keberpihakan kepada kaum dhuafa. Seseorang dikategorikan mendustakan agama manakala ia mengabaikan anak yatim dan orang miskin.
Di awal surat Al-Ma’un tersebut Allah SWT memakai pertanyaan, tapi bukan berarti Allah SWT bertanya lantaran tidak tahu. Menurut para mufassir hal itu dimaksudkan untuk menggugah hati pendengarnya biar menawarkan perhatian lebih kepada ayat selanjutnya.
Kaprikornus di sini Islam mendorong umatnya biar dalam beragama tidak selalu mementingkan aspek ibadah mahdhoh saja, akan tetapi Islam juga menganjurkan ibadah sosial, menyerupai memperhatikan nasib-nasib orang lemah. Bahkan kalau kita cermati 5 rukun Islam itu ialah merupakan campuran antara habluminallah dan hablum minannas, campuran antara korelasi vertikal dan horizontal.
Sidang jama’ah sholat jumat yang dimuliakan Allah
Dimulai dari mengucapkan dua kalimat syahadat yang merupakan pertalian antara seorang hamba dengan Allah, namun legalisasi dan kesaksian tersebut tidaklah cukup tanpa terus menerus menjaga korelasi baik dengan Allah, yaitu dengan melakukan shalat sebagai rukun Islam yang kedua. Shalat yang secara simbolis gerak-geriknya mencerminkan kepasrahan kita kepada Allah SWT. Kemudian ketaatan tesebut dibuktikan dengan mengerjakan amaliah sosial yaitu zakat sebagai rukun Islam ke-3. Kemudian dalam rukun Islam yang ke-4 yaitu puasa, kita dihentikan makan dan minum sebagai pelajaran bagi kita untuk sanggup mencicipi bagaimana rasanya ketika seseorang tidak sanggup makan dan minum.
Dalam sebuah hadits qudsi dikatakan bahwa pada hari final zaman nanti Allah SWT akan berfirman,
"Wahai anak Adam, Aku meminta makan kepadamu tapi engkau tidak memberiku makan." Si hamba bertanya, "wahai Tuhanku, bagaimana mungkin saya memberi-Mu makan sedangkan Engkau ialah Tuhan semesta alam?" Allah SWT berfirman, "tidakkah kau tahu bahwa hamba-Ku si fulan meminta makan kepadamu tapi engkau tidak memberinya makan? Tidakkah engkau tahu bahwa bila engkau memberinya makan, pasti engkau akan menemukan itu disisi-Ku”.
"Wahai anak Adam, Aku meminta minum kepadamu tapi engkau tidak memberi-Ku minum." si hamba menjawab, "wahai Tuhanku, bagaimana mungkin saya memberi-Mu minum sedangkan Engkau ialah Tuhan semesta alam?" Allah SWT berfirman, "hamba-Ku si fulan meminta minum kepadamu tapi engkau tidak memberinya minum. Padahal bila engkau memberinya minum pasti akan kau dapati itu disisi-Ku".
Hadits tersebut secara tidak eksklusif memerintahkan kita untuk peka terhadap fenomena sosial. Apakah kita sudah memperhatikan orang-orang yang sedang membutuhkan pertolongan kita baik berupa makanan, minuman, dll ataukah kita termasuk orang yang terlena dengan gemerlap dunia sehingga melupakan hal itu? Amat banyak kehidupan orang lain di sekitar kita yang tidak mempunyai kehidupan seberuntung kita. Seburuk apapun kondisi kita dikala ini, pasti masih ada saja yang lebih jelek dibandingkan dengan kehidupan kita sekarang. Kita lihat kini saudara-saudara kita yang ada di Palestina sana, mereka sedang membutuhkan proteksi kemanusiaan dari seluruh umat Islam dunia, tak terkecuali proteksi kita umat Islam indonesia. Cukupklah ayat-ayat dan hadits tersebut sebagai penggugah hati kita untuk peduli terhadap saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan proteksi kita.
بَارَكَاللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ القُرْآنِ العَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَ الذِكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَا وَتَهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ.
Edisi 5 Khutbah Jumat terbaru Kedua Hablum Minallah Wa Hablum Minannas
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِمًا. أَمَّا بَعْدُ: إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلَّونَ عَلَى الَّنِبْيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُواْ رَبَّنَا إِنَّكّ رَؤُوْفُ رَّحِيْمٌ.
اَللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نًافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبِلاً.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يِوْمِ الدِّيْنِ
Terkait dengan beberapa email masuk dari pembaca setia situs ini, berkenaan dengan pembaharuan khutbah jumat tiap minggunya. Telah kami kumpulkan bahan khutbah dari beberapa situs, InsyaAllah filenya sanggup eksklusif didapatkan. Untuk 45 bahan khutbah tersebut, sanggup klik kata berikut: Khutbah Jumat Terbaru 2017.
Edisi 5 Khutbah Jumat terbaru Kedua Hablum Minallah Wa Hablum Minannas
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِمًا. أَمَّا بَعْدُ: إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلَّونَ عَلَى الَّنِبْيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُواْ رَبَّنَا إِنَّكّ رَؤُوْفُ رَّحِيْمٌ.
اَللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نًافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبِلاً.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يِوْمِ الدِّيْنِ
Update Materi Khutbah 2017
Terkait dengan beberapa email masuk dari pembaca setia situs ini, berkenaan dengan pembaharuan khutbah jumat tiap minggunya. Telah kami kumpulkan bahan khutbah dari beberapa situs, InsyaAllah filenya sanggup eksklusif didapatkan. Untuk 45 bahan khutbah tersebut, sanggup klik kata berikut: Khutbah Jumat Terbaru 2017.
Dan bagi Ustadz yang ingin mendapat khutbah dan artikel terbaru kami (langsung terkirim ke email Ustadz), silahkan masukkan email Ustadz di kotak yang telah kami sediakan di bawah, kemudian klik subscribe/berlangganan.
Buat lebih berguna, kongsi:
